|  | Uraian |  | Tingkat Kegagalan* |  | Risiko |  | Rutin |
 |
| Alat kontrasepsi oral | Pil yang mengandung estrogen/progestin yang menghentikan ovulasi | 8% | Pening, mual, perubahan dalam haid, suasana hati, berat badan bertambah. Jarang terjadi: Penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi, pembekuan darah, serangan jantung, stroke | Harus diminum setiap hari |
 |
| Alat kontrasepsi oral, progestin saja (minipill) | Pil yang mengandung estrogen/progestin yang mencegah pembuahan | 8% | Pendarahan yang tidak teratur, berat badan bertambah, nyeri pada payudara, tidak sepenuhnya terlindung dari kehamilan di luar rahim | Harus diminum setiap hari |
 |
| Suntikan (Depo Provera®) | Suntikan yang mengandung progestin yang mencegah ovulasi dan pembuahan | 3% | Pendarahan yang tidak teratur, berat badan bertambah, nyeri pada payudara, sakit kepala | Satu suntikan setiap bulan atau setiap 3 bulan |
 |
| Cincin kontrasepsi pada vagina (NuvaRing®) | Cincin yang lentur dimasukkan ke vagina yang melepaskan progestin dan estrogen untuk mencegah ovulasi dan pembuahan | 8% | Keluar cairan dari vagina, penyakit vaginitis, iritasi, berbagai risiko lain yang mirip dengan risiko yang dimiliki alat kontrasepsi oral | Disuntikkan sendiri oleh pengguna dan disimpan dengan selang waktu tiga minggu. Jika dikeluarkan lebih dari tiga jam dalam selang waktu tiga minggu, alat kontrasepsi lain harus digunakan |
 |
| Plester (Ortho Evra®) | Plester yang dilekatkan pada tubuh yang melepaskan progestin dan estrogen untuk mencegah ovulasi dan pembuahan | 8% | Mirip dengan alat kontrasepsi oral yang digabungkan dalam pil | Plester harus diganti setiap minggu, kecuali pada minggu saat haid |
 |
| IUD (Mirena®) | Alat yang dipasang dalam uterus oleh dokter ini mengeluarkan hormon, untuk mencegah ovulasi | 0,2% | Kista pada indung telur, penyakit radang tulang panggul, melubangi uterus, menanamkan ke uterus, kram, pendarahan, keguguran, kelahiran prematur, kanker payudara, mual, suasana hati tidak menentu, pusing, gugup, radang/rasa sakit pada vagina/uterus, sakit pinggang, berat badan bertambah, jerawat, hipertensi, perubahan siklus haid | Tetap tersimpan antara 1 sampai 5 tahun |
 |
| IUD (Paraguard®) | Alat yang dipasang dalam uterus oleh dokter dan mengeluarkan tembaga, untuk mencegah ovulasi dan pembuahan | 0,8% | Penyakit radang tulang panggul, melubangi uterus, tertanam dalam uterus, kram, pendarahan, reaksi alergi, pengeluaran, anemia, infeksi yang mengancam nyawa, keguguran, kehamilan di luar rahim, kelahiran prematur, Wilson’s disease (penumpukan zat tembaga dalam tubuh), infeksi pada vagina, radang/rasa sakit pada vagina/uterus, sakit pinggang, merasa sakit saat berhubungan seks, pingsan, perubahan siklus haid | Tetap tersimpan antara 1 sampai 10 tahun |
 |
| Kondom pria | Penutup yang dipasang di atas penis untuk mecegah lewatnya sperma | 15% | Iritasi, reaksi alergi, kurang efektif jika digunakan dengan pelumas yang mengandung minyak | Digunakan sebelum melakukan hubungan seks dan hanya untuk sekali penggunaan |
 |
| Kondom wanita | Penutup berpelumas yang ditaruh dalam vagina untuk mencegah masuknya sperma ke uterus | 21% | Iritasi dan reaksi alergi | Digunakan sebelum melakukan hubungan seks dan hanya untuk sekali penggunaan |
 |
| Diafragma dengan zat pembunuh sperma (spermicide) | Lempengan karet bulat berbentuk cembung dengan lingkar yang lentur yang menutupi leher rahim agar sperma tidak dapat menjangkau uterus – zat pembunuh sperma harus dilumaskan pada bagian cembung diafragma sebelum berhubungan | 16% | Iritasi, reaksi alergi, infeksi saluran kencing, risiko toxic shock syndrome | Dimasukkan sebelum berhubungan seks dan dibiarkan di tempatnya selama 6 sampai 24 jam setelah berhubungan. Untuk hubungan seks berulang kali, zat pembunuh sperma harus dilumaskan lagi tanpa memindahkan diafragma |
 |
| Zat pembunuh sperma | Busa, krim, jelly, film, supositoria atau tablet yang mengandung nonoxynol-9, yakni zat kimia pembunuh sperma | 29% | Iritasi, reaksi alergi, infeksi saluran kencing | Ada beberapa macam petunjuk. Dimasukkan 5 sampai 90 menit sebelum berhubungan seks dan biasanya dibiarkan di tempatnya selama 6 sampai 8 jam setelah berhubungan |
 |
| Berjarak secara periodik/metode ritme | Dengan sengaja menjauhi hubungan seks di saat kehamilan lebih rentan terjadi | 25% | Tidak Ada | Harus terus-menerus memantau siklus ovulasi dan suhu tubuh |