Apa perbedaan antara prosedur Essure dengan ligasi tuba?
Karena biasanya dilakukan dengan anestesi total, ligasi tuba laparoscopik biasanya bertempat di ruang operasi. Gas digunakan untuk memperbesar perut agar dokter dapat menjangkau organ pasien dengan mudah. Kemudian dokter menyayat perut agar alat operasi dapat dimasukkan untuk melakukan prosedur tersebut. Tuba fallopi disumbat dengan cara dijepit dengan klip logam atau lingkaran plastik (yang disimpan dalam tubuh), memotong sebagian tuba, atau membakar sebagian tuba.
Metode Ligasi Tuba
- Katerisasi - menggunakan arus listrik untuk membakar dan menghambat setiap tuba fallopi
- Bentuk cincin atau lingkaran – bagian dari setiap tuba fallopi dibungkus menjadi satu dan bagian tersebut diikat dengan bentuk cincin atau lingkaran. Cincin atau lingkaran itu disimpan dalam tubuh
- Klip/penjepit – tuba di hancurkan bersama-sama agar sperma tidak dapat menembus tuba fallopi. Kilp/penjepit tersebut disimpan dalam tubuh
- Ligasi – sebagian dari setiap tuba diikat di dua tempat dan di antaranya dipotong dan diambil
Operasi diakhiri dengan menutup sayatan pada kulit dengan menggunakan jahitan atau penjepret logam.
Setelah pulang, biasanya pasien butuh waktu 4-6 hari sebelum dapat melakukan aktivitas seperti biasa. Pasien mungkin akan mengalami gejala seperti berikut selama beberapa hari:
- Kram (seperti kram waktu haid)
- Keluar cairan (seperti aliran darah haid)
- Mual ringan atau muntah karena anestesi total atau prosedur yang dilakukan
- Rasa sakit yang menyengat pada leher atau bahu (akibat gas yang dimasukkan ke perut)
- Rasa sakit pada bagian sayatan
- Tenggorokan pasien akan terasa sakit dan serak jika selang pernafasan digunakan
- Lelah dan terasa sakit
- Perut kembung
- Memar di sekitar sayatan
Prosedur Essure berbeda dari ligasi tuba karena tidak memerlukan sayatan dan dapat dilakukan tanpa anestesi total di klinik. Biasanya waktu pemulihan di rumah tidak sampai 1-2 hari, dan seringkali pasien dapat beraktivitas lagi seperti biasa pada hari yang sama. Pemulihan mungkin disertai gejala berikut ini:
- Kram (seperti kram waktu haid)
- Keluar cairan (seperti aliran darah haid yang tidak banyak atau bercak darah)
- Mual ringan atau muntah
- Pingsan atau pusing setelah menjalani prosedur
Risiko dan komplikasi apa saja yang berkaitan dengan ligasi tuba?
Karena sayatan dilakukan dalam perut dan laparoskopi dimasukkan tanpa melihat ke dalam perut, komplikasi bisa berupa:
- Infeksi
- Pendarahan
- Kerusakan pada pembuluh darah, syaraf, atau otot
- Kerusakan pada kandung kemih, uterus, usus, yang membutuhkan operasi untuk mengobatinya
- Pembekuan darah
- Kegagalan prosedur akan mengakibatkan kehamilan
- Dalam kasus yang jarang terjadi, adalah kematian
Risiko dan komplikasi utama apa saja yang berkaitan dengan anestesi total?
Setelah menjalani anestesi total, sebagian orang mungkin mengalami hal-hal berikut:
- Reaksi negatif terhadap obat
- Mual
- Tidak cepat pulih dari anestesi
- Sakit tenggorokan bila anestesi total tersebut menggunakan selang
- Kejang atau serangan jantung
- Suhu badan yang tinggi
- Kebingungan
- Kematian
Apakah Essure juga merupakan alternatif untuk vasektomi?
Vasektomi adalah operasi yang berisiko. Dalam vasektomi, buah zakar pasien disayat atau ditusuk, saluran sperma dipotong, dan membakar atau menjepit ujung saluran sperma untuk menutupnya.
Vasektomi butuh waktu sekitar 15 sampai 30 menit, dengan waktu pemulihan sekitar 2 hari. Pasien mungkin juga perlu menaruh kantong es pada buah zakar mereka dan mengenakan athletic supporter selama beberapa hari untuk mencegah bengkak dan memar. Pasangan tersebut harus menggunakan alat kontrasepsi alternatif, biasanya selama 3 bulan atau sampai tes jumlah sperma atau sederetan tes jumlah sperma menunjukkan bahwa vasektomi memang berhasil dilakukan.
Disarankan melakukan tes sperma setelah enam bulan dan tes lanjutan setiap 10 tahun.
Risiko dan komplikasi utama apa saja yang berkaitan dengan vasektomi?
- Memar pada kantung kemaluan
- Infeksi pada sayatan/tusukan dalam kantung kemaluan
- Rasa sakit pada testis (epididimitis)
- Sperma bisa bocor ke dalam jaringan sekitarnya hingga membentuk benjolan-benjolan kecil (granuloma) dalam buah zakar
Risiko apa saja yang berkaitan dengan prosedur Essure?
- Gagal menaruh 1 atau kedua alat di bagian yang tepat
- Gagal menutup tuba hingga 3 bulan setelah prosedur dilakukan
- Kram (seperti kram waktu haid)
- Rasa sakit yang bersifat sementara dan/atau keluar cairan (seperti aliran darah haid yang sedikit atau bercak darah)
- Mual ringan atau muntah
- Pingsan atau pusing setelah menjalani prosedur
Apakah Essure tepat buat saya?
Prosedur Essure sebaiknya menjadi pertimbangan alat kontrasepsi pertama bagi semua wanita.
Berikut ini adalah pertimbangan utama mengenai prosedur Essure:
- Prosedur Essure bersifat permanen dan tidak dapat dibalikkan
- Seperti semua alat kontrasepsi lain, prosedur Essure jangan dianggap 100% efektif
- Anda harus menggunakan alat kontrasepsi lain minimal selama tiga bulan setelah prosedur dilakukan sampai dokter Anda mengatakan bahwa Tes Konfirmasi Essure Anda menunjukkan bahwa insersi-mikro telah diletakkan dengan tepat
- Pengambilan insersi-mikro Essure mungkin memerlukan operasi